Tuban, Jawa Timur — Suasana halaman PPM Al Muhibbin 2 Kenduruan, Tuban, pada akhir pekan ini dipenuhi semangat religius dan euforia seni islami. Ratusan peserta dari berbagai SD dan MI se–Jawa Timur dan Jawa Tengah berkumpul untuk mengikuti Perlombaan Hadroh tingkat pelajar dalam rangka Festival Seni Tahunan Al Muhibbin (FASTABIN).
Kegiatan yang digelar setiap tahun ini menjadi ajang bergengsi yang ditunggu oleh banyak sekolah dan pesantren di dua provinsi tersebut. Tak hanya untuk mengasah bakat siswa dalam seni musik hadroh, FASTABIN juga menjadi wadah silaturahmi antarlembaga pendidikan Islam.
Ibu Nyai Nuzullir Rahmah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa ajang ini diharapkan dapat menjadi sarana pembinaan seni Islami sejak usia dini. “Kami ingin memperkuat kecintaan para pelajar pada seni tradisi Islam. Hadroh bukan hanya hiburan, tetapi juga sarana dakwah dan pembentukan karakter,” ujar beliau disela sambutan.
Perlombaan hadroh berlangsung meriah dengan menampilkan ragam kreativitas, mulai dari variasi pukulan rebana, aransemen shalawat, hingga kekompakan vokal para peserta. Para penonton yang memadati arena tampak antusias memberikan dukungan bagi tim masing-masing.
Dewan juri menilai penampilan peserta berdasarkan kekompakan, teknik permainan, vokal, adab panggung, serta kesesuaian tema shalawat. Meski berlangsung kompetitif, suasana tetap berjalan penuh keakraban dan sportivitas.
FASTABIN tahun ini juga menghadirkan sejumlah rangkaian acara lain seperti pameran karya seni santri, bazar, dan penampilan ekstra kurikuler dari santri Al Muhibbin.
Pada akhir lomba, dewan juri mengumumkan para pemenang terbaik dari dua provinsi tersebut, disertai pemberian trofi, piagam, dan pembinaan untuk sekolah peraih juara.
“saya sagat mendukung diadakannya lomba hadroh tingkat SD/MI dengan adany lomba ini, genersi muda akan lebih mengenal dan juga melestarikan nilai-nilai keagamaan.” Ujar Gus Ato’ salah satu juri dalam perlombaan hadroh tingkat SD/MI.
Editor: Anwar Dzak & Yayuk SK.