Logo
WhatsApp Image 2025-11-08 at 10.47.48

SEMARAK PERSIAPAN FASTABIN 2025 : TUNJUKKAN SPIRITUALITAS, KREATIFITAS, DAN INTEGRITAS

Suasana PPM Al Muhibbin semakin hidup menjelang digelarnya event Festival Seni Tahunan Al Muhibbin (FASTABIN) 2025. Ajang tahunan yang selalu dinanti nanti ini bukan sekedar ajang kompetisi melainkan juga sebagai wadah ekspresi dan pengembangan potensi santri di berbagai bidang baik akademik maupun non akademik.

Pada Fastabin yang ke-12 ini, terdapat 12 jenis lomba yang kabarnya akan dimulai pada tanggal 15 November 2025. Perlombaan meliputi lomba pencak silat pagar nusa seni tunggal dan seni beregu, lomba hafalan Al Quran, Kaligrafi khat dan kontemporer, lomba melukis, syarhil quran, lomba musik religi, Pasukan Baris Berbaris, debat bahasa mandarin, lomba baca kitab kuning, masterchef berbahasa Inggris, ukir beserta presentasi bahasa arab, lomba membatik dengan presentasi bahasa inggris, dan juga lomba seni wayang kulit.

Tak hanya itu, perlombaan juga dimeriahkan dengan adanya lomba hardoh tingkat SD/MI se-Jatim dan Jateng beserta kolaborasi dengan UMKM lokal. Hal ini semata bertujuan untuk meningkatkan produktifitas dan daya saing UMKM lokal.

Segala bentuk persiapan kini sedang dilakukan dengan penuh antusias oleh para santri, dewan asatidz, serta para panitia demi terselenggaranya perlombaan dengan sukses dan sesuai harapan. Setiap kelas pun berusaha menampilkan yang terbaik demi mencapai kemenangan yang tentu sangat diidamkan setiap peserta.

Mengintip persiapan fastabin, tim jurnalis Ladaina mewawancarai Ust. Asyrofil Rif’an selaku ketua panitia Fastabin ke-12 tahun ini. “Ajang perlombaan fastabin ini sebenarnya bertujuan untuk mengebangkan minat dan bakat para santri sehingga santri tidak hanya bisa mengaji tetapi juga bisa berkarya dan berinovasi.”

Sementara itu, pembinaan untuk masing-masing cabang lomba juga dilakukan dengan terarah dan terjadwal. Bidang seni bela diri Pagar Nusa dibina langsung oleh para panitia yang rupanya telah beberapa kali memenangkan kejuaraan pencak silat. Begitu pula lomba kaligrafi dan melukis dengan menekankan nilai estetika dan kesabaran. Di sisi lain, beberapa santri seni rupa juga tengah menyiapkan karya terbaiknya untuk lomba ukir dan batik, Proses pembuatan karya dilakukan dengan bimbingan langsung dari pembina seni, disertai sesi presentasi berbahasa asing agar santri terbiasa mengaitkan kreativitas dengan kemampuan komunikasi global.

Tak kalah menarik, beberapa santri juga tengah menyiapkan kemampuan bahasa asing mereka untuk lomba debat bahasa mandarin, presentasi bahasa aran dan inggris, bidang yang menjadi identitas khas Al-Muhibbin. Proses pembuatan karya dilakukan dengan bimbingan langsung dari pembina seni, menjadi ruang bagi santri untuk menunjukkan semangat globalisasi yang tetap berlandaskan nilai-nilai pesantren.

Suasana pondok kini semakin semarak. Setiap hari terdengar lantunan musik religi di studio, lantunan syarhil di asrama, hingga derap langkah santri yang tengah berlatih PBB di lapangan. Semua bergerak dengan semangat yang sama, menampilkan kemampuan terbaik sebagai bentuk pengabdian dan kebanggaan terhadap almamater.

FASTABIN ke-12 2025 bukan sekadar perlombaan, melainkan juga manifestasi dari visi Al-Muhibbin untuk mencetak santri yang tidak hanya pandai dalam bidang keagamaan, tetapi juga mampu bersaing secara kreatif dan berdaya saing tinggi di era modern.

Edior: Anwar Dzak & Yayuk S.K.

Share this post

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on print