Logo

PENGUATAN KOMPETENSI ESTETIKA DAN LINGUISTIK MELALUI LOMBA UKIR RELIEF BERBAHASA JAWA DAN ARAB DI FASTABIN KE 12

Gelaran Fastabin Festival Seni Tahunan Al Muhibbin kembali menghadirkan kejutan menarik melalui Lomba Seni Ukir Relief yang tahun ini dipenuhi kreativitas dan nuansa budaya khas pesantren. Lomba tersebut berlangsung meriah di halaman Pondok Pesantren Al Muhibbin 2, menghadirkan suasana terbuka yang memberi ruang ekspresi lebih luas bagi para peserta.

Para santri dari berbagai kelas menampilkan karya ukir relief dengan teknik yang beragam—mulai dari gabungan pola tradisional hingga narasi simbolik bernuansa keislaman. Tidak hanya menampilkan karya visual, peserta juga diwajibkan memresentasikan konsep karyanya dalam dua bahasa sekaligus: Bahasa Jawa (krama alus) dan Bahasa Arab.

Setiap presentasi menunjukkan kemampuan literasi dan kepekaan budaya santri. Mereka menjelaskan tema, teknik ukir, dan pesan filosofis karya dengan tata bahasa yang runtut, sopan, dan mengalir. Penggunaan dua bahasa ini menjadi elemen unik yang memperkuat karakter Fastabin sebagai festival seni pesantren yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga kapasitas intelektual dan keilmuan.

Dewan juri memberikan apresiasi tinggi atas keberanian santri menggabungkan ketepatan teknik ukir dengan kecakapan bahasa. Menurut para juri, kemampuan menyampaikan gagasan seni dalam Bahasa Jawa dan Arab merupakan bukti bahwa santri mampu menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan tuntutan akademik modern.

Sementara itu, para penonton baik santri, maupun guru tampak antusias mengikuti jalannya lomba. Tepuk tangan pecah setiap kali peserta menyampaikan filosofi karyanya dengan penuh rasa dan percaya diri.

Kendati demikian, lomba seni ukir relief tahun ini membuktikan bahwa seni tidak hanya menjadi wadah estetika, tetapi juga ruang pengembangan karakter dan intelektualitas. Melalui panggung di halaman Al Muhibbin 2, para santri diberikan ruang untuk berkarya, berbahasa, dan mengekspresikan identitas mereka sebagai generasi pesantren yang kreatif dan berbudaya.

Editor: Anwar Dzak & Yayuk SK.

Share this post

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on print