Logo
IMG_20251119_002125 (1)

MENGHIDUPKAN TRADISI TURATS: LOMBA KITAB KUNING WARNAI HARI KE-4 FASTABIN

FASTABIN ke-12 memasuki Day 4 dengan penyelenggaraan Lomba Baca Kitab Kuning antar kelas, sebuah kompetisi yang menjadi ciri khas pesantren sekaligus ajang penguatan tradisi kajian turats bagi seluruh santri. Bertempat di aula pesantren, kegiatan ini berlangsung penuh kekhidmatan, namun tetap dibalut semangat kompetitif yang tinggi antar kelas.

Para peserta menampilkan kemampuan membaca teks klasik lengkap dengan pemahaman mendalam terkait makna dan konteksnya. Ketepatan dalam menjelaskan qawaid, kelancaran membaca kitab gundul, serta ketenangan dalam menjawab pertanyaan juri menjadi aspek utama penilaian.

Tahun ini, kualitas peserta antar kelas dinilai merata dan sangat kompetitif. Banyak santri menunjukkan penguasaan yang baik terhadap fikih dasar, nahwu, hingga syarah teks, sehingga membuat suasana penjurian berlangsung serius namun tetap penuh apresiasi.

“Saya melihat ada peningkatan signifikan dalam penguasaan kitab kuning tahun ini. Para santri bukan hanya membaca, tetapi memahami. Inilah inti dari tradisi pesantren: adab, ketelitian, dan kedalaman ilmu.”  Tutur KH. Ali Marzuki dan Ustadz Ihsan selaku juri perlombaan kitab kuning.

Kompetisi kitab kuning ini tidak hanya menjadi ajang uji kemampuan, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antar kelas. Para peserta datang dengan dukungan penuh dari teman sekelas mereka, menghadirkan suasana hangat namun sarat semangat Fastabiqul Khairat dalam berlomba dalam kebaikan melalui ilmu.

Day 4 FASTABIN ke-12 mengingatkan kepada salah satu kutipan dalam kitab Ta’limul Muta’alim  bahwa

تَفَقَّهْ فَإِنَّ الْفِقْهَ اَفْضَلُ قَائِدٍ اِلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَاَعْدَلُ قَاصِدٍ

(Perdalamlah ilmu agama [menjadi ahli fiqh]. Karena sesungguhnya fiqh itu penuntun yang paling utama kepada kebaikan dan taqwa serta tujuan yang lebih seimbang. )

Editor: Anwar Dzak & Yayuk SK.

Share this post

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Share on print